Sabtu, 13 April 2013

CARI ILMU VS CARI GELAR ?



Hari ini,
Keberkahan ilmu semakin menghilang
Orang lebih senang mencari gelar ketimbang ilmu
Lembaga pendidikan belomba-lomba memberikan gelar
Degan cepat bahkan tanpa perlu proses

Majlis ilmu semakin sepi pengunjung
Ulama semakin berkurang dan tak populer
Orang lebih gandrung dengan Ustadz yang suka melawak
Kadang sulit dibedakan mana pelawak mana ustadz

Anak-anak dididik untuk dapat nilai 10 di setiap pelajaran
Tanpa memperdulikan bagaimana ia mencapainya
dengan mencontek atau menyuap sang guru
Demi nilai, anak dijejali untuk ikut bimbingan belajar
yang mengajarkan cara cepat untuk dapat nilai bagus
Bukan mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan

Saat Ujian Nasional banyak yang mengesampingkan kejujuran
Yang penting dia lulus, anaknya berhasil, sekolahnya aman
Maka, rame-rame menghancurkan makna pendidikan itu sendiri
Padahal pendidikan seharusnya meciptakan manusia yang terdidik dan berkarakter
Bukan manusia yan menghalalkan berbagai cara untuk berhasil

Dari kecil, anak dididik untuk mendapatkan tepuk tangan, sanjungan dan pujian
Bukan karena akhlaknya yang baik, tapi karena ia mendapatkan nilai yang baik.
Maka, jangan salahkan jika generasi hari ini lebih senang cepat pupuler dibanding menjadi pribadi yang berkualitas dengan karya yang hebat.

Budaya baca semakin hilang,
Budaya nonton dan main game semakin marak.
Pornografi dan pornoaksi semakin menggeliat
Anak muda lebih senang pakai baju bagus, gadget canggih
Yang wanita bersaing mempercantik wajah dan tubuh
Senang jika banyak yang bilang seksi
Yang lelaki bersaing terlihat tampan dan mapan
Maka standar kemuliaan dilihat dari baju yang dipakai, motor yang digunakan atau mobil yang diparkir.
Orang lebih senang menghabiskan uang untuk barang dan makan
Bukan memberi makan hati dan otaknya

Jangan salahkan...
Jika hari ini banyak anak muda yang terlihat cerdas
tapi Bodoh.
Terlihat kaya padahal banyak hutang
Terlihat tampan tapi gay
Terilhat soleh tapi salah
Terlihat hebat padahal penipu

Wajar...
Jika saat menjadi pengusaha, yang penting untung didapat
Karyawan diperas, konsumen ditipu, bank dikibuli
Wajar...
Jika saat menjadi Dewan rakyat, yang penting perut kenyang
Korupsi semakin merajalela, kebobrokan semakin menjadi

Sahabat, semoga kita jadi generasi yang menghargai ilmu,
menikmati proses mendapatkannya, mengamalkannya dengan bijak, dan mengajarkannya dengan baik. Aamiin

*Mohon diaminkan, semoga Allah kabulkan
*Silahkan dibagikan, biar banyak generasi muda Indonesia tergugah dan berubah
(dikutip, Bang Setia Furqan Kholid)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar